Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 14 April 2010

"Tie A Yellow Ribbon Arround The Old Oak Tree"

Sebuah kisah kiriman seorang teman, semoga bisa menginspirasi kita semua.

Alkisah di tahun 1971, tertulis di koran New York Post perihal kisah nyata kesetiaan, kesabaran, dan kebaikan hati seorang wanita Amerika yang sangat cantik dan baik hati. Si suami, bukanlah suami dan Bapak yg baik. Suka pulang malam mabuk dan menganiaya isterinya, hingga pada suatu hari dia pergi tanpa pamit mencari peruntungan lain SETELAH mencuri uang tabungan si isteri

Berkelanalah dia dengan hidup semau gue yg penuh dg kesenangan sex, alkohol, judi, sehingga ludeslah uang yang dia punya. Akhirnya dia berubah menjadi seorang kriminal yg memalsukan cek dan kejahatan keuangan lainnya. Apes menimpanya dan tertangkap polisi. Di depan hukum dia mesti mempertanggungjawab kan perbuatannya, dan masuk penjara 3 tahun. Selama menjalani hukuman, dia rupanya sangat menyesali perbuatannya, dan di akhir hari pembebasannya dia menulis surat kepada isterinya mohon untuk dapat kembali bersama keluarga yg selama ini ditelantarkannya. Dia masih mencintai anak isterinya.
>
> Di dalam tulisannya dia menulis, hendaknya permohonan ini tidaklah menjadi beban hidupnya, serta tidak perlu isteri mengucapkannya, tetapi cukup memberi tanda di sebatang pohon oak besar di taman kota dengan seuntai pita kuning apabila dia berkenan menerimanya kembali. Apabila saat lewat tidak ada tanda itu, maka dia cukup mengerti dan hendak pergi jauh serta tidak akan pernah lagi mengganggu kehidupan anak isterinya itu. Saat hari pembebasan tiba, dia naik bus menuju kota itu, dan di dalam perjalannya dia sampaikan kepada penumpang yg lain kisah hidupnya. Rupanya dia tidak sanggup untuk tidak melihat pita itu, sehingga dia sangat cemas dan berkeringat dingin. Penumpang bus yg simpati berteriak kepada supir agar bergerak perlahan sambil melihat apakah ada pita kuning di pohon oak besar itu. Tapi apa yang terjadi.... ternyata tidak ada satu pita kuning yang terikat di oak besar itu....melainkan ratusan pita kuning terikat dan terjuntai di ranting dan dahan. Seketika menangislah pria itu. Dipapah oleh para penumpang bus karena tidak sanggup menahan haru, disana tampak menunggu anak isterinya setelah sekian lama berpisah dengan kesabaran, kesetiaan, dan kebaikan hati memaafkan kesalahan pria itu. Kisah ini oleh sopir bus tadi disampaikan kepada media new york post dan dimuat tahun 1971. Rupanya kisah ini mengilhami pengarang lagu sehingga lahirlah lagu "Tie A Yellow Ribbon Arround The Old Oak Tree". Lagu ini direlease pada Februari 1973 dan 2 bulan kemudian pada April 1973, lagu ini menjadi langsung menjadi hits di Amerika.
Kebaikan hati wanita Amerika yang berpendidikan, cantik, setia serta sabar luar biasa. Hidup berbahagialah mereka hingga saat ini.

Memang diciptakannya manusia berpasangan dg jenis laki2 dan perempuan salah satunya adalah melengkapi dan satu sama lain berkecenderungan sehingga karenanya menimbulkan ketenteraman lahir dan batin.

(Dari berbagai sumber, dan diedit seperlunya).

Rudi Aji Hermawan

Baca Selengkapnya.....

Jumat, 09 April 2010

Mistar


Kuliah siang ini adalah kuliah yang menarik, karena pengajarnya adalah salah satu dosen favorit saya. Beliau adalah seorang profesor, berpenampilan sederhana dan kata - katanya sering menyentil murid - muridnya.

" Apakah kalian tahu apakah artinya "Master" ?," kata sang profesor. Pertanyaan yang begitu menggelitik, terutama bagi kami yang katanya calon master. Tak seorangpun dari kami menjawab, mungkin karena takut salah."Master itu berasal dari bahasa Belanda " Mistar" yang berarti penggaris (bener nih prof?). Sambil mengelap mukanya sang profesor meneruskan. "Kalau kalian nanti menjadi master, kalian harus memposisikan diri kalian seperti penggaris". Maksudnya ?. " Seorang master harus bisa menggaris lurus antara perkataan,hati, dan perbuatan, kalau kalian tidak bisa maka jangan menjadi master !".
Glek ! saya terhenyak. dalam sekali kata - kata profesor ini.
"Menjadi master bukan sekedar gelar, menjadi master menuntut kalian menjadi contoh di masyarakat !". Kata sang profesor
Kata - katanya bak palu godam menghantam saya.

Special thanks to : Prof DR. Apollo Daito
Baca Selengkapnya.....

Rabu, 07 April 2010

Mutiara


Kami sekeluarga mempunyai acara favorit yaitu "toloong!" yang disajikan di salah satu televisi swasta. Acara ini bagi kami sangat menarik dibandingkan acara reality show lainnya, karena acara ini mencari "orang - orang langka" yang bersedia membantu dengan ikhlas orang - orang yang membutuhkan.

Dengan berdebar - debar penonton diajak untuk melihat siapakah gerangan orang - orang yang bersedia membantu, dan dari berbagai episode ternyata orang - orang yang bersedia membantu adalah "orang-orang kecil" alias wong cilik.

Mereka adalah orang - orang kecil yang mengais rejeki di tengah - tengah rimba belantara egoisme dan hedonisme modern. Mereka adalah tukang tambal ban, tukang kuli panggul, tukang jual terompet, tukang jual es.
Ternyata "mutiara-mutiara hati" itu tersimpan di dalam diri mereka, bukan berada di orang lain.

Saya jadi teringat sebuah hadist nabi di mana dikisahkan seorang pelacur yang yang bersedia memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan dengan sepatunya, Allah SWT mengampuni dosa - dosanya dan menganugerahkan baginya surga.
Dan juga nasehat seorang rekan yang mengatakan bahwa bahwa masuknya surga seorang hamba Allah SWT bukan karena amal ibadahnya tetapi karena kasih sayang Allah SWT.

Kasih sayang Allah SWT muncul karena di dalam hati mereka masih ada "mutiara" walaupun mereka orang kecil dan bahkan terhina.
Perbuatan seseorang yang mungkin dianggap sepele oleh manusia, tetapi ternyata adalah sesuatu yang besar di sisi Allah SWT.

dan hari ini, di sekitar kita, masih banyak sarana untuk mendapatkan kasih sayang Allah itu.
Baca Selengkapnya.....

Kamis, 25 Maret 2010

Survival


"Semua isi tas dikeluarkan !" teriakan instruktur mengagetkan peserta di tengah kelelahan yang mendera." Tidak ada lagi makanan dan air minum di dalam tas !". Tidak puas dengan hanya memberikan instruksi,instruktur melakukan sweeping ke dalam tas peserta untuk memastikan tidak ada bahan makanan dan air di dalam tas peserta. Saya tertawa geli ketika instruktur masih menemukan sebotol minyak tanah di tas salah satu peserta. Angkatan kami masih lebih baik, pada angkatan sebelumnya instruktur masih menemukan coklat di kaus kaki peserta, hehe...
Inilah saatnya yang ditunggu - tunggu, kami akan melakukan survival di tengah hutan dengan tanpa bekal makanan dan minuman apapun. Peserta hanya boleh boleh membawa botol air minum kosong, ponco, matras, korek api,pisau dan senter

Grup kamipun bergerak perlahan memasuki hutan di wilayah Anyer, Banten. Matahari bersinar dengan terik, rasa haus mulai terasa. Mata kami bergerak memantau kondisi di perjalanan barangkali ada sumber air atau bahan makanan yang bisa dimanfaatkan.
Tetapi ternyata tetap tidak ada, yang bisa dimanfaatkan hanyalah pohon melinjo, itupun buahnya sudah disapu bersih oleh grup lain yang berjalan terlebih dulu.
Kabar baik datang dari teman paling depan, "ada sungai !". Alhamdulillah minimal ada air yang membuat kami bisa bertahan. Bayangan sungai dengan air pegunungan yang sejuk dan melimpah,sirna. Ternyata yang dimaksud dengan sungai adalah jalur air dengan lebar tak lebih sebesar selokan dengan air yang mengalir tipis sekali, sehingga ketika teman yang didepan mengambil air, teman yang belakang tidak bisa mengambil karena airnya berubah keruh. Sayapun hanya mampu mengambil seperembapt botol air mineral ukuran 1 liter, karena perjalanan harus tetap berlanjut.
Akhirnya grup kamipun diperintahkan untuk istirahat dan membuat bivak personal dengan jarak minimal 10 meter dari peserta lainnya.Saya pun bergerak untuk mulai membuat bivak, membabat semak belukar dengan pisau, mengikat ponco untuk peneduh,memasang matras dan menebar garam untuk mencegah hewan melata.
Tak terbayangkan harus bertahan selama sehari semalam dengan air seperempat botol.Setelah selesai membuat bivak,tayamum, sholat dhuhur berjamaah, kamipun bergerak untuk mencari "makan siang".
Rupanya "menu" makan siang bervariasi. Ada seorang teman yang berhasil mendapatkan belalang, dan langsung disantap, katanya rasanya gurih begitu .Ada dua orang teman kami yang berbagi cacing tanah, hemm, lezat. Sementara saya masih menahan diri untuk tidak mengkonsumsi "protein hewani" tersebut, saya yakin masih ada protein nabati yang lebih menggairahkan untuk dimakan.
" Rambutan - rambutan !" teriak ketua regu. Anggota regu terkejut gembira. mendengar itu rasanya seperti seorang anak yang menemukan ibunya, seorang buta yang medapatkan tongkat, PNS pada tanggal muda. Ketua regu membawa seikat rambutan dan alhamdulillah buat makan siang pembuka. " Dapat dari mana ? tanya kami. Ada pohon rambutan kurang lebih 3 km dari tempat kami membuat bivak. Akhirnya kamipun mengirimkan ekspedisi laksamana chengho untuk berburu rambutan di tempat tersebut.
Ada gula ada semut. Grup lain ternyata telah bergelantungan di atas pohon rambutan. grup kami yang datang belakangan akhirnya harus rela menerima pembagian harta ghanimah secukupnya.
Sesampainya di bivak, ternyata teman - teman sudah mendapatkan berbagai macam menu makan siang. Ada singkong hutan, melinjo, pepaya mengkal, pisang muda (kalau dapatnya dari kebun mungkin akan dimarahi oleh yang punya karena belum layak makan) dan aha Kelapa Muda !
Rupanya survival yang salah tempat !
Ada kebahagian yang kami alami ketika berhasil membakar singkong hutan, melinjo dan pisang muda. ternyata makanan tersebut menjadi menu yang lebih lezat dari restoran jepang, makanan cepat saji dan dan bakso kesukaan saya.
Makanan - makanan tersebut menjadi luar biasa bagi kami, kalau dalam kondisi normal mungkin melirikpun tidak, tetapi ketika kondisi seperti ini menjadi anugerah yang sangat disyukuri.
Akhirnya kamipun menjadi lebih bersyukur terhadap apa yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa kepada kami.
Saudaraku, ternyata kesyukuran itu akan muncul justeru ketika kita mencoba menengok ke bawah, merasakan penderitaan orang lain yang kurang beruntung, dan saat itu akan muncul sikap qona'ah (merasa proporsionl dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT Kepada kita). Sikap itulah yang akan memberikan ketenangan dalam hati kita dan memandang dunia ini dengan wajar, sebagai sesuatu yang kelak akan berakhir...
Selamat mencoba



Baca Selengkapnya.....

Minggu, 14 Juni 2009

Kenali Diri

Dalam sebuah sesi pelatihan kepemimpinan, seorang fasilitator dengan nada serius mengatakan " "Saya adalah orang yang paling mengetahui siapa diri saya". Sebuah pernyataan singkat tapi sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam.


Saat ini kita diantara mungkin sudah ada yang berusia 20 tahun, 30 tahun, 40 tahun bahkan ada yang 60 tahun. Waktu berlalu sedemikian cepat, sudahkah kita tahu siapa diri kita ?

Sebuah pertanyaan yang unik, tetapi perlu kita renungkan.
Sudahkah kita mengetahui kelebihan - kelebihan kita? dan yang paling penting sudahkah kita mengetahui kekurangan - kekurangan kita ?
karena sesungguhnya manusia lebih mudah mengetahui kelebihannya dibandingkan dengan kekurangannya.

Manusia lebih mudah meneliti aib orang lain dibandingkan dengan aib dirinya.
Nasihat Rabbani mengatakan " Maka pada setiap jiwa manusia telah dianugerahkan potensi keburukan (fujur) dan potensi kebaikkan (taqwa). Setiap manusia ada potensi kebaikkan dan potensi keburukan. Setiap manusia ada perwatakan yang baik dan ada perwatakan yang buruk yang dikombinasikan dan diformulasikan oleh Yang Maha Kuasa.

Dengan Mengetahui kekurangan kita maka kita bisa mewaspadai, berhati - hati, jangan sampai kita melakukan aktivitas yang memantik potensi keburukan, memunculkan potensi keburukan.

Dengan mengetahui kelebihan - kelebihan kita maka kita bisa mengoptimalkannya, mengasahnya, membuatnya menjadi sebuah kekuatan yang mampu memancarkan kebaikkan dan kemanfaatan kepada orang lain.

Maka mulailah anda mengenal diri anda saat ini juga !!
Baca Selengkapnya.....

Titik akhir itu

Hidup adalah perjalanan yang panjang, pangkalnya sudah jauh sedangkan ujungnya tidak ada yang tahu

Hari ini beberapa berita duka datang beruntun, berita pertama berasal dari detik.com, Syaikh Fathi Yakan seorang tokoh pergerakan islam yang buku - bukunya banyak menginspirasi saya telah wafat, Berita kedua, seorang sahabat wafat siang tadi karena kecelakaan dalam perjalanan menunaikan amanah dakwah ke pandeglang,berita ketiga, anak kedua tetangga depan rumah kami meninggal dunia karena sakit (Allahummagfirlahum, warhamhum, waafihi, wafuanhum)

"maka apabila telah datang ajal, tidak seorangpun dapat mengakhirkannya dan mendahulukannya" sesungguhnya ajal manusia sudah ditetapkan titiknya oleh Allah SWT, kapan ia akan datang, namun tak seorangpun tahu kapan ajalnya akan menjelang.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari hari, hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Setapak demi setapak kita menuju titik itu, setapak demi setapak waktu kita akan menjadi lebih sempit dan semakin lebih sempit, jarakpun semakin dekat.

YA Allah ketika titik akhir itu menjelang, wafatkan kami kami dalam keridhoannMU, wafatkan kami dengan khusnul khotimah, Wafatkan kami dalam ampunanMU, Amin
Baca Selengkapnya.....

Telaga Kepemimpinan


Setiap individu adalah pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri, demikian ungkapan yang sering kita dengar.Tahukah Saudaraku , apakah teman akrab kepemimpinan itu ?

Hidup takkan lepas dari permasalahan. Permasalahan adalah perbedaan antara apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi saat ini. Setiap manusia pasti sering menemui permasalahan karena dengan permasalahan maka hidup ini akan senantiasa lebih dinamis.

Beberapa orang lebih suka menghindari permasalahan dan beberapa diantaranya menghadapi permasalahan dan berusaha mencari jalan solusinya. Beberapa orang sering melimpahkan permasalahan kepada orang lain dan beberapa diantaranya lebih suka menghadapi sendiri permasalahannya.

Orang lebih suka menghindari permasalahan karena permasalahan akan menyusahkan dan memberatkan bagi dirinya, hidup ini sudah banyak masalah kenapa kita menambah masalah? begitu argumennya.
Bagi seorang pemimpin, permasalahan adalah laboratorium baginya, dengan permasalahanlah kepemimpinannya akan diasah, diuji, dipraktekkan dan akhirnya akan berbuah kepada kematangan bagi kepemimpinannya.

Seorang pemimpin yang baik, dia tidak akan mencari permasalahan, tetapi ia juga tidak akan lari jika menghadapi permasalahan. Permasalahan akan dihadapi dengan gagah berani,memberikan alternatif penyelesaian permasalahan dan memilih alternatif terbaik untuk menyelesaikan permasalahan karena ia sadar disanalah telaga kepemimpinan itu berada.

Baca Selengkapnya.....

ShoutMix chat widget